Apalah artinya kita mempunyai kebaikan yang banyak apabila kita masih sulit menjaga kesucian diri!
Kebaikan yang kita lakukan apabila tidak berbekas kepada perbaikan diri laksana patamorgana di siang hari... ia kelihatan mengagumkan di kejauhan namun tidak tampak sedikit pun ketika dicari!
Semakin diburu semakin dicari yang ada hanya setapak jalan yang tampaknya biasa-biasa saja tidak ada sesuatu yang mengagumkan...
Saudaraku... Kalau hanya kebaikan semu yang kita lakukan, itu ada larangan yang dikhususkan bagi kita. Bahkan masuk surga pun tidak jadi manakala kebaikan bukan lagi karena Allah!
Saudaraku... Sayang memang hanya tinggal sejengkal masuk surga, orang harus ditarik kembali masuk neraka! Ingatlah... karena lebih mengutamakan dunia, pandangan manusia, serta pujian mereka, yang ada hanya penyesalan yang tiada batasnya!
Saudaraku... kalau pun kebaikan itu hanya untuk Allah namun kita masih sekali-kali melupakannya, ini pun harus dihindari... sebab Junjunan kita Muhammad saw pernah bersabda:
"Aku sungguh mengetahui ada segolongan di antara umatku mereka datang pada hari qiyamat dengan kebaikan yang begitu banyak laksana gunung tihamah yang putih, namun sayang amalan mereka Allah jadikan seperti debu yang berterbangan, mereka seperti kalian, kulitnya pun sama seperti kalian, bahkan mereka suka bangun tengah malam (untuk beribadah)... akan tetapi mereka adalah suatu kaum yang senantiasa melakukan larangan Allah ketika menyendiri..."
Saudaraku... ketika sendirian, manakala iman lemah apa pun bisa terjadi, kita tidak menghiraukan malaikat pencatat kebaikan dan keburukan, bahkan Allah ketika itu kita lupakan seolah-olah Dia tidak ada!
Saudaraku... Ingatlah akan firman-Nya yang melarang kita untuk melupakan-Nya: "Janganlah kalian seperti orang yang lupa terhadap Allah, maka Allah pun melupakan mereka, mereka itulah orang-orang yang fasik".
Fasik... Sebutan bagi orang yang tidak mengindahkan keberadaan Allah, maka wajar sebanyak apa pun amalan seseorang dan itu berupa kebaikan ... Allah tidak menghiraukannya manakala Dia tidak dihiraukan!
Balajarlah untuk mendekati Allah setahap demi setahap! Maka Insya Allah dengan sendirinya air mata keluar begitu deras, pengharapan dan ketakutan tidak mendapat rahmat Allah semakin tinggi, karena diri ini sadar akan kepatutan mendapatkan kebahagiaan yang abadi belum tentu kita raih... itulah yang dirasakan dan ditunjukan oleh para sahabat yang senantiasa menangis disebutkan kata neraka, dan tertunduk malu ketika disebut-sebut surga!
Saudaraku... Janganlah kita seperti orang yang bodoh! Berangan angan masuk surga, berangan angan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, tetapi hawa nafsu masih menjadi nakoda yang mengantarkan kita dalam beramal!
Saudaraku... Hendaklah kita menjadi orang pintar! yang senantiasa menjaga diri dan beramal sholeh sebagai perbekalan nanti di kehidupan yang abadi!
Saudaraku... Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya sementara Dia tidak kelihatan, maka mereka itulah yang akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar